EMPAT FUNGSI RUMAH

            
Pernikahan merupakan sesuatu yang amat penting. Untuk membekali pengantin, saya terbitkan buku: 12 Khutbah Nikah. Isi buku ini adalalah 12 Topik Materi Khutbah Nikah atau Nasihat perkawinan yang biasa saya sampaikan dalam ceramah pernikahan, isi bisa disampaikan tidak hanya saat pernikahan, tapi juga pembekalan untuk siapa saja yang hendak menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik. Buku setebal 108 halaman ini dijual seharga Rp 17.000. Daftar ini buku ini antara lain:
 
1. Konsekuensi Pernikahan
2. Hak dan Kewajiban Suami Isteri 
3. Kewajiban Suami Terhadap Isteri, Kewajiban Isteri Terhadap Suami
4. Memfungsikan Rumah Tangga.
5. Ciri-Ciri Rumah Tangga Islami
6. Keistimewaan Rumah Tangga Islam
7. Prinsip-Prinsip Berumahtangga Islami.
8. Resep Mewujudkan Rumah Tangga Islami.
9. Taqwa, Bekal Untuk Berkeluarga  
10. Kunci Kebahagiaan Keluarga   
11. Ketahanan Keluarga
12. Maskawin Memuliakan Wanita

Diantara topiknya adalah: 

Memfungsikan Rumah Tangga.

  Sebentar lagi akan berlangsung satu peristiwa yang sangat penting dan sakral dalam perjalanan hidup seorang anak manusia, yaitu aqad nikah. Kita bisa mengatakan bahwa aqad nikah antara seorang pemuda dengan seorang bapak atau wali dari calon pempelai wanita merupakan serah terima tanggungjawab dari seorang bapak yang selama ini mendidik dan menafkahi anaknya kepada seorang laki-laki yang akan menjadi menantu dan suami dari anaknya. Oleh karena itu, saya mengusulkan agar ijab dari wali calon mempelai wanita langsung dilakukan oleh bapak kandung dari calon mempelai wanita, hal ini dimadsudkan agar tingkat penghayatannya lebih kuat dan dalam dibanding diwakilkan kepada orang lain.

            Ketika aqad nikah sudah dinyatakan sah menurut hukum Islam, maka saat itulah kehidupan rumah tangga antara seorang lelaki dengan seorang wanita dimulai dengan harapan-harapan besar dari kedua belah pihak, dua keluarga besarnya dan kita semua sahabat dan handai taulannya agar kehidupan rumah tangganya dapat terwujud menjadi rumah tangga yang Islami, penuh dengan kedamaian, ketentraman dan keberkahan. Oleh karena itu, agar rumah tangga dapat memenuhi harapan tersebut, kepada kedua calon mempelai dan kita semua yang hadir pada saat ini, saya ingin mengingatkan agar rumah tangga difungsikan dengan sebaik-baiknya.

            Sekurang-kurangnya ada empat fungsi rumah tangga yang harus kita wujudkan. Pertama, fungsikan rumah tangga kita seperti masjid. Salah satu fungsi utama masjid adalah untuk memperkokoh taqarrub ilallah atau mendekatkan diri kepada Allah, baik melalui shalat maupun aktifitas ubudiyah lainnya serta memperkokoh hubungan dengan sesama jamaah. Karena itu, suasana ubudiyah dan keakraban dengan sesama anggota keluarga harus ditumbuhkan dan dikokohkan. Shalat, dzikir, tilawah Al-Qur’an dan sejenisnya merupakan diantara hal-hal yang harus dihidupkan dirumah kita masing-masing. Namun bagi suami atau bapak, tetap saja shalat lima waktu harus dilakukan di masjid atau mushalla terdekat dengan rumah kita, karena bagi laki-laki shalat yang lima waktu lebih utama dilakukan di masjid. Kalau rumah harus kita fungsikan seperti masjid, masih banyak shalat-shalat sunat yang bisa kita laksanakan di rumah kita masing-masing. Memfungsikan rumah seperti masjid berarti membawa nilai-nilai positif kehidupan masjid ke rumah kita masing-masing sehingga anggota keluarga kita adalah orang-orang yang memiliki tanggungjawab dalam menjalin hubungan yang dekat kepada Allah swt dan sesama anggota keluarga dan orang lain.

            Kedua yang merupakan fungsi rumah tangga yang harus kita wujudkan adalah fungsikan rumah kita seperti madrasah atau sekolah. Sebagaimana kita ketahui, sekolah adalah tempat untuk memberikan ilmu dan membentuk atau menggembleng kepribadian orang yang berada di dalamnya, baik pada diri guru maupun murid. Ini berarti, seluruh angota keluarga harus memperoleh ilmu dan mendapatkan proses pembinaan agar menjadi pribadi-pribadi yang Islami. Oleh karena itu, suami dituntut menjadi guru bagi isterinya dan orang tua dituntut menjadi guru bagi anak-anaknya atau paling tidak memberi motivasi yang kuat agar anggota keluarganya mau menuntut ilmu sebanyak-banyaknya dan membina mentalitas serta kepribadiannya guna menjadi generasi yang shaleh.

            Dengan demikian, fungsi pendidikan harus berjalan di rumah kita masing-masing sehingga anggota keluarga mengetahui mana yang haq dan bathil untuk selanjutnya terbentuk kepribadian anggota keluarga, kepribadian yang senang pada sesuatu yang haq dan benci pada sesuatu yang bathil. Rasulullah saw bersabda:

أَدِّبُوْا أَوْلاَدَكُمْ وَأَحْسِنُوْا أَدَبَهُمْ
Didiklah anak-anakmu perbaguslah adab (akhlak) mereka (HR. Ibnu Majah). 

Hadirin dan calon kedua mempelai Rahimakumullah.

            Fungsi rumah tangga ketiga yang harus kita wujudkan adalah sebagai tempat kembali, ini berarti jangan sampai rumah kita menjadi tempat seperti terminal, bandara, stasiun, atau pelabuhan laut yang hanya berfungsi sebagai tempat transit atau singgah saja. Bisa jadi, banyak rumah kita yang hanya menjadi rumah singgah, rumah yang hanya dijadikan sebagai tempat untuk berganti pakaian dan tempat tidur, sementara tidak terjadi komunikasi yang intensif antar anggota keluarga dan anggota keluargapun tidak berhasil membangun keakraban meskipun secara fisik semuanya ada di dalam rumah. Oleh karena itu, setelah anggota keluarga keluar rumah dan pergi kemana-mana sesuai dengan tugas dan aktivitasnya masing-masing, maka semuanya akan kembali ke rumah untuk berinteraksi dengan baik. Bila rumah kita fungsikan sebagai tempat kembali, maka bila ada hal-hal negatif yang dibawa, keluarga menetralisir hal-hal yang negatif itu agar tidak mempengaruhi anggota keluarga dan membentuk kepribadian mereka menjadi tidak baik. Disinilah peran penting bapak dan ibu di rumah dalam mengontrol anggota keluarganya, bahkan sampai pada tingkat pengontrolan kepada siapa anggota keluarga bergaul, hal itu karena pergaulan sedikit banyak memberikan pengaruh kepada seseorang, dalam satu hadist Rasulullah saw bersabda:

أَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُهُ

Seseorang mengikuti agama kawannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berkawan (HR. Tirmidzi)

Hadirin dan Kedua Mempelai Yang Berbahagia.

            Keempat yang merupakan fungsi rumah untuk kita tegakkan adalah sebagai benteng pertahanan, seperti oarng yang hendak berperang, tentu memerlukan benteng pertahanan bagi pasukannya sehingga mampu bertahan dari serangan musuh karena ada pelindung bagi pasukan. Kalau rumah harus fungsikan sebagai benteng, maka rumah mestinya menjadi benteng kekuatan rohani anggota keluarga. Dalam kehidupan sekarang, kita rasakan begitu besar dan gencar serangan-serangan kebathilan yang menerpa anggota keluarga kita, baik melalui media cetak maupun elektronik serta pergaulan antara sesama. Apabila rumah tangga bisa berfungsi sebagai benteng pertahanan, maka kekuatan rohani anggota keluarga mampu menghalaunya sehingga yang baik diambil dan yang buruk dibuang, disinilah letak pentingnya orang tua untuk membentengi anggota keluarganya dari pengaruh yang negatif.

            Dengan demikian, saudara calon kedua mempelai yang mendapatkan pasangan hidup yang ganteng atau cantik, bukanlah tujuan. Bahkan meskipun pasangan anda sudah shaleh, tetap belum cukup karena keshalehan itu harus terus dibina hingga rumah tangga bisa berjalan dengan baik sampai akhir kehidupan yakni kematian.

            Demikian khutbah dan nasihat perkawinan yang saya sampaikan pada hari ini, semoga memantapkan tekad kita untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang Islami agar dapat melahirkan generasi yang Islami yang memang sangat dinantikan bagi perbaikan umat dan bangsa pada masa-masa mendatang.     
           

Tags: , ,

Drs H Ahmad Yani

Mubalig, Penulis, Trainer Dai Dan Manajemen Masjid, Ketua LPPD Khairu Ummah, Majelis Dai Paguyuban Ikhlas dan Sekretaris Bidang Dakwah PP DMI (Dewan Masjid Indonesia). Komunikasi dan Pesan Buku ke HP/WhatsApp 08129021953 Pin 275d0bb3 Rek BSM 7012350478 BMI 3010008561

0 comments

Leave a Reply