MELAYANI JAMAAH MASJID


  Sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat, masjid didatangi oleh jamaah setiap harinya, dari pagi sekali sampai malam hari, bahkan ada saat-saat jamaah berdatangan dari pagi hingga pagi lagi. Karena itu, salah satu fungsi pengurus masjid adalah melayani jamaah dengan pelayanan yang sebaik-baiknya sehingga jamaah masjid dapat menjalankan ibadah dengan baik, terbina dan tercerahkan melalui program-program yang dikelola dengan sebaik-baiknya.
            Melalui tulisan yang singakt ini, paling tidak, ada sepuluh hal yang harus dilakukan pengurus masjid sebagai bentuk pelayanan kepada jamaahnya. 
1.   Buka 24 Jam.
Meskipun yang paling utama masjid itu untuk shalat yang lima waktu secara berjamaah, namun dalam perkembangan sekarang adakalanya umat Islam terlambat datang yang membuatnya tidak bisa berjamaah di awal waktu. Semangat shalat di masjid membuatnya tetap ingin datang ke masjid. Disamping itu, mungkin saja ada umat Islam yang karena sudah berangkat dari rumah sejak pagi, pada waktu dhuha mereka mampir ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha. Karena itu, Pengurus masjid harus membuka masjid 24 jam setiap harinya sehingga umat Islam bisa datang ke masjid kapan saja dalam rangka memakmurkan dan membina dirinya.
Namun, sayang sekali ada banyak masjid yang terkunci rapat mulai dari ruang ibadah, tempat wudhu sampai pintu gerbang, sehingga dalam suatu perjalanan kami hendak mampir di masjid untuk shalat isya yang dijamak ta’khir dengan maghrib pada pukul 22.00 tidak bisa shalat di masjid itu, karena pintu gerbangnya saja digembok. Kekhawatiran ada pencurian tidak boleh membuat masjid jadi harus dikunci, karena itu di ruang peribadatan tidak perlu ada kekayaan yang berharga, adanya paling jam dinding dan kipas angin yang mengambilnya juga sulit karena ada di bagian atas dinding, sedangkan pengeras suara disimpan pada ruangan khusus yang terkunci dan kotak infak uangnya diambil setiap hari untuk disimpan di bank.
2.  Menjamin Kebersihan.
Setiap kita pasti senang bila dimana-mana kebersihan dapat diwujudkan, apalagi di masjid. Pengurus Masjid harus bisa menjamin kebersihan masjid mulai dari tempat wudhu, toilet, halaman, kaca, dinding, lantai hingga karpet, tikar ataui sajadah yang digunakan untuk shalat. Meskipun perhatian soal ini sudah lebih baik dibanding masa lalu, tapi terasa masih kurang memadai. Standar kebersihan, perlengkapan yang lengkap dan petugas kebersihan yang penuh tanggungjawab harus ada di setiap masjid. Untuk itu gunakan dana masjid, termasuk untuk honor petugas kebersihan masjid, paling tidak dengan standar UMR atau Upah Minimum Regional.
Bila masjid menggunakan karpet yang permanen, maka karpet itu seharusnya disedot debunya setiap hari, sebagaimana lantainya juga dipel setiap hari. Bukan zamannya lagi ada masjid yang kita sujud di dalamnya, lalu setelah shalat kening kita usap karena ada debu yang menempel.

3.  Menjamin Kenyamanan.
Ibadah dan aktivitas di masjid yang nyaman membuat jamaah senang dan betah agak berlama-lama di masjid. Karena itu sirkulasi udara di ruang masjid harus baik agar ruang masjid tidak sumpek dan pengap, apalagi saat suhu udara dimana masjid itu berada memang panas, sediakan kipas angin yang bisa berputar ke kanan dan kiri atau ke atas dan bawah, pastikan kebersihan kipas angin itu dari debu-debu yang menempel, bila memungkinkan miliki pendingin ruangan (AC) bagi masjid di daerah yang panas dan pemanas ruangan bagi masjid di daerah yang sangat dingin agar terasa lebih hangat.
Termasuk kenyamanan adalah aroma ruangan dan karpet, tikar serta sajadah yang terhindar dari bau yang tidak sedap, amat bagus bila aroma ruangan dan karpet serta tikar dan sajadahnya beraroma wangi. Pastikan pula masjid steril atau bersih dari asap rokok. Karenanya pengurus masjid harus melarang dengan keras adanya orang yang merokok di area masjid, tidak hanya di ruangan masjid, tapi juga di sekretariat dan halaman masjid. Aroma yang enak juga harus bisa dirasakan di tempat wudhu dan toilet.
4.  Menjamin Keamanan.
Salah satu yang ingin didapatkan oleh jamaah bila berada di dalam masjid adalah ketenangan dan kedamaian. Namun, ketika berada di masjid justeru jamaah kadang-kadang khawatir sandal atau sepatunya hilang, mobil, sepeda motor atau sepedanya hilang bahkan tasnya hilang. Karena itu, setiap masjid harus bisa menjamin keamanan dan ketenangan bagi jamaahnya. Caranya, Pertama, di halaman masjid tersedia lahan parkir khusus sepeda, motor dan mobil yang dijamin keamanannya, termasuk disediakan juga tempat penitipan helm. Kedua, di setiap pintu masuk disediakan tempat penitipan sepatu, sandal dan tas dan setiap jamaah wajib menitipkan alas kaki dan barang bawaannya, semuanya dilayani oleh petugas masjid dengan sebaik-baiknya.
5.  Siapkan Imam, Khatib dan Mubalig Yang Baik.
Hal yang tidak terpisah dari pemakmuran masjid adalah pelaksanaan shalat yang lima waktu, shalat Jumat dan pengajian. Pengurus masjid harus mampu menyiapkan imam yang fasih dan baik dalam membaca Al Quran, berakhlak baik, memiliki wawasan keilmuan Islam, dan banyak hafalan Al Qur’annya. Disamping itu, Khatib dan mubalig yang berkualitas juga harus disediakan. Kriterianya adalah berwawasan yang Iuas, menarik dalam menyampaikan materi dakwah yang mencakup bobot materi yang ilmiah, menggugah dan mencerahkan serta penyampaikan dengan sistematika yang baik. Untuk itu diperlukan proses pengkaderan secara berkesinambungan atau rekruitmen yang betul-betul selektif.
6.  Memecahkan Masalah Jamaah.
Pengurus masjid yang berorientasi melayani jamaah berusaha untuk membantu memecahkan masalah jamaahnya. Ketika jamaah memiliki problematika, pengurus masjid berusaha memecahkan masalah dan menemukan solusinya, karenanya disediakan tempat dan waktu khusus untuk berkonsultasi. Ketika jamaah memiliki masalah kesulitan ekonomi dicarikan solusinya tanpa harus ketergantungan yang bersifat santunan. Bila ada jamaah yang sakit, pengurus masjid menjenguk dan membantunya. Ketika ada jamaah yang sudah lanjut usia tentu jangan sampai terlantar sampai tidak ada yang melayaninya. Manakala ada jamaah yang meninggal dunia, pengurus masjid mengurusnya hingga pemakaman dan menghibur keluarganya, bahkan sampai membantu mengurus pembagian harta waris agar tidak sampai terjadi sengketa dalam keluarga apalagi sampai putus hubungan silaturrahim. Semua ini tentu saja harus melibatkan jamaah agar mau saling bantu membantu. Bila masalah ini dilaksanakan, tentu seseorang menjadi amat senang menjadi jamaah masjid.
7.   Memberi Santunan Berkala.
Bisa jadi ada jamaah yang dari sisi ekonomi sangat ketergantungan pada pihak lain, karena penyakitnya yang menahun atau sudah terlalu tua sehingga tidak bisa lagi berusaha dan tidak bisa juga dikembangkan untuk usaha. Dalam hal ini, jangan sampai ada jamaah yang sampai tidak bisa makan apalagi hingga mati kelaparan karena tidak ada yang peduli. Pengurus masjid harus mendata jamaah yang demikian dan menyantuninya secara berkala. Jamaah masjid tentu berkenan dilibatkan untuk membantu jamaah yang demikian meskipun hanya dengan mengumpulkan beras sedikit demi sedikit yang ditampung di masjid sehingga pemberian beras gratis tidak hanya pada saat besok mau idul fitri melalui zakat fitrah, tapi bisa dilakukan setiap bulan dan lebih bagus lagi setiap pekan.
8. Melengkapi Sarana dan Prasarana.
Tempat yang memadai untuk menampung segala aktivitas jamaah di masjid serta kelengkapan yang dibutuhkan merupakan hal yang harus disiapkan oleh pengurus masjid sebagai bagian dari pelayanan terhadap jamaah. Ketika ada jamaah mau konsultasi masalah peribadi, seharusnya ada ruangan khususnya. Pengajian yang diikuti oleh jamaah dalam jumlah yang sedikit mestinya ada kelas belajarnya, penggunaan sarana modern seperti infokus seharusnya sudah dilakukan, perpustakaan masjid seharusnya ada ruangan dan kelengkapan bahan bacaan dengan layanan administrasi yang baik, sarana olah raga dan bermain juga disediakan di lingkungan masjid dan begitulah seterusnya.
9.  Memberi Kesempatan Infak Yang Luas.
Salah satu ciri orang taqwa adalah suka berinfak dalam berbagai keadaan. Melalui masjid jamaah bisa berinfak, baik untuk operasional masjid seperti kebersihan, memenuhi perlengkapan, honor petugas masjid, bayar listrik dan telpon, dll. Infak juga bisa digunakan untuk dana aktivitas yang berkaitan dengan masjid seperti honor khatib dan mubalig, pembelian buku perpustakaan, santunan yatim, mengatasi kemiskinan jamaah dan sebagainya. Untuk itu, pengurus masjid bisa menyediakan kontak infak untuk beberapa pos penggunaan, misalnya dibuatkan 5 kotak yang dituliskan kotak infak operasional masjid, perpustakaan, yatim, sosial, pendidikan. Agar tidak ada pencurian, setiap hari uangnya diambil oleh pengurus masjid untuk disimpan di Bank dan setiap pekan bisa dilaporkan kepada jamaah. Dana yang sudah masuk harus segera digunakan sesuai dengan posnya masing-masing sehingga tidak menjadi saldo yang besar. Prinsip keuangan masjid adalah dananya harus banyak, tapi saldonya jangan banyak-banyak. Saldo yang banyak menunjukkan tidak ada aktivitas masjid yang banyak, karena adanya aktivitas membuat dana itu berkurang. Bila dana masjid tetap banyak padahal sudah dikeluarkan untuk berbagai aktivitas dan keperluan, maka tidak ada salahnya dana tersebut digunakan untuk membantu masjid lain.
10.            Meminta Kritik dan Saran.
Meskipun pengurus masjid tidak bisa memuskan seluruh jamaah, tapi paling tidak jangan sampai mengecewakan sebagian besar jamaah. Untuk itu, pengurus masjid harus terbuka terhadap kritik dan saran karena hal itu bersifat evaluasi dari jamaah yang sangat penting dan dibutuhkannya, diantara yang belum banyak dilakukan adalah disediakannya kotak saran agar jamaah leluasa menuliskan kritik dan saran untuk disampaikan kepada pengurus masjid. SMS dan Telpon pengaduan dari jamaah juga perlu untuk dipublikasikan, bahkan untuk mendapat masukan, kritik dan saran pengurus masjid harus secara aktif melakukan dialog dari hati ke hari dengan jamaah. Pengurus harus mau mendengar suara jamaah meskipun terasa tidak enak.
Prinsipnya, apapun yang kita lakukan maksudnya adalah agar masjid kita menjadi bertambah makmur, jamaah merasakan manfaat dunia akhirat dari keberadaan masjid di sekitarnya sehingga merekapun amat senang menjadi para pemakmur masjid.
Drs. H. Ahmad Yani
Penulis Buku: Panduan Memakmurkan Masjid, Panduan Mengelola Masjid, 80 Masalah Masjid, Mencintai Masjid, Adab Terhadap Masjid, Beginilah Seharusnya Memakmurkan Masjid. HP 08129021953. Pin 275d0bb3 
Tags: ,

Drs H Ahmad Yani

Mubalig, Penulis, Trainer Dai Dan Manajemen Masjid, Ketua LPPD Khairu Ummah, Majelis Dai Paguyuban Ikhlas dan Sekretaris Bidang Dakwah PP DMI (Dewan Masjid Indonesia). Komunikasi dan Pesan Buku ke HP/WhatsApp 08129021953 Pin 275d0bb3 Rek BSM 7012350478 BMI 3010008561

0 comments

Leave a Reply