3 PESAN DALAM 30 RAMADHAN

Meskipun bulan Ramadhan sudah kita lewati belasan dan puluhan tahun, kita tidak ingin hal itu hanya berlangsung secara rutin apalagi sekadar rutinitas yang tanpa makna. Karenanya tetap saja kita ingin mendapatkan makna-makna yang menyegarkan dan memperkuat ketahanan rohani sehingga kehidupan sesudah Ramadhan bisa kita jalani dengan memberi kontribusi manfaat yang besar bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa. 
      Oleh karena itu, buku 3 PESAN DALAM 30 RAMADHAN kami persembahkan untuk para muballigh khususnya dalam memberikan taujih Ramadhan, baik melalui masjid, perkantoran, sekolah dan kampus serta media massa. Namun buku setebal 271 halaman ini juga amat penting untuk dibaca oleh kaum muslimin pada umumnya karena memang muatannya untuk kaum muslimin.

Khusus untuk pengurus masjid, mushalla, radio, televisi dan ROHIS, kegiatan kultum/ceramah Tarawih, Subuh atau Zuhr seharusnya ditentukan topik-topiknya yang bervariasi. Judul-judul pada buku ini bisa dijadikan topik ceramah dan para mubalig harus membahasnya.

            Buku ini merupakan bacaan ringan masalah Ramadhan dan keislaman, mudah dipahami oleh muslim yang awam sekalipun, dan mudah pula untuk disampaikan lagi dalam memberikan kultum, ceramah dan khutbah. Semua judul dan pembahasan menggunakan angka 3 poin bahasan, sehingga seluruh isi buku berisi 90 pesan Ramadhan. Diantara contoh materinya adalah:
11
TIGA KEUTAMAAN SUBUH BERJAMAAH
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
            Salah satu keharusan setiap muslim adalah melaksanakan shalat yang lima waktu dan lebih ditekankan lagi untuk dilakukannya secara berjamaah. Diantara shalat berjamaah yang lebih ditekankan lagi adalah Isya dan subuh, Rasulullah saw bersabda:
وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي اْلعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung dalam shalat ‘atamah (yakni shalat isya’) dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.(HR. Bukhari, Ahmad)
            Bagi orang munafik, shalat berjamaah merupakan perkara yang amat berat untuk dilaksanakan, shalat isya dan subuh berjamaah merupakan perkara yang lebih berat lagi, karenanya bila ada kemalasan kita untuk shalat berjamaah harus kita waspadai karena bisa jadi ada virus kemunafikan menyerang jiwa kita, dalam satu hadits digambarkan dari Abu Ishaq dari bapaknya :
 سَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا صَلاَةَ الصُّبْحِ فَقَالَ أَشَهِدَ فُلاَنٌ الصَّلاَةَ قَالُوا لاَ قَالَ فَفُلاَنٌ قَالُوا لاَ قَالَ إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلاَتَيْنِ مِنْ أَثْقَلِ الصَّلاَةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا َلأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَالصَّفُّ اْلأَوَّلُ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلاَئِكَةِ وَلَوْ تَعْلَمُونَ فَضِيلَتَهُ لاَبْتَدَرْتُمُوهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَانُوا أَكْثَرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Aku mendengar Ubay bin Ka'b berkata; "Suatu hari Rasulullah saw mengerjakan shalat Subuh, lantas beliau bersabda, Apakah kamu melihat Fulan ikut shalat berjamaah?' Para sahabat menjawab, 'Tidak'. Rasulullah saw bertanya lagi,' Apakah si Fulan (orang lain lagi) ikut shalat berjamaah?' Sahabat menjawab, Tidak, Beliau saw lalu bersabda: 'Dua shalat ini sangat berat bagi orang munafik. Andaikan mereka mengetahui (pahala) nya, mereka pasti mendatanginya, walau dengan merangkak. Barisan pertama laksana barisan para malaikat, seandainya mereka mengetahui keutamaannya mereka pasti bersegera menuju barisan pertama. Shalatnya seseorang bersama orang lain lebih utama baginya daripada shalat sendirian, dan shalat seseorang bersama dua orang lebih utama daripada shalat bersama satu orang. Kalau mereka bertambah banyak. Allah Azza wa Jalla lebih mencintainya'." (HR. Nasai).
Bulan Ramadhan seperti sekarang merupakan bulan dimana kaum muslimin yang ikut shalat berjamaah relatif lebih banyak. Karenanya hal ini harus kita lanjutkan sesudah Ramadhan berakhir, meskipun kenyataan menunjukkan bahwa bila Ramadhan telah berakhir yang ikut shalat berjamaah, apalagi subuh kembali lagi seperti semula, yakni jumlah jamaah yang tidak begitu banyak. Untuk memotivasi kita shalat subuh berjamaah, maka paling tidak, ada tiga keutamaan yang akan kita peroleh. Pertama, Dalam Perlindungan Allah swt, ini merupakan sesuatu yang amat kita dambakan, karena orang yang dilindungi-Nya akan membuat manusia selamat dari keburukan dan kejahatan yang mungkin dilakukannya sehingga dengan demikian ia akan selalu melakukan kebaikan. Perlindungan seperti ini akan diperoleh bagi siapa saja yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, hal ini merupakan jaminan dari Allah swt..
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللهِ
Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka dia dalam perlindungan Allah (HR, Ibnu Majah dan Thabrani).
Selain itu, perlindungan juga akan diperoleh dalam arti terhindar dari kejahatan orang lain sehingga orang yang melaksanakan shalat subuh berjamaah akan memperoleh keselamatan dalam hidup di dunia dan akhirat.
Keutamaan kedua dari shalat subuh berjamaah adalah memperoleh nilai pahala yang amat besar yang digambarkan seperti orang yang shalat semalam suntuk. Shalat malam yakni shalat tahajjud merupakan shalat sunat yang amat ditekankan kepada kita, bahkan bagi Rasulullah saw hal itu malah diwajibkan, ini menunjukkan betapa besar keutamaan shalat malam dan keutamaan itu bisa kita raih dengan melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, bahkan bisa kita dapatkan keutamaan yang lebih besar lagi, yakni seperti orang yang beribadah semalam suntuk, sesuatu yang amat sulit untuk kita lakukan, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ  فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
Barangsiapa shalat subuh berjamaah, maka seolah-olah ia shalat semalam suntuk (HR. Ahmad, Abu Daud dan Muslim).
            Dalam hadits lain dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw bersabda:
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya secara berjamaah, itu seperti beribadah setengah malam dan barangsiapa yang mengerjakan shalat Isya dan Subuh secara berjamaah, maka ia seperti beribadah semalam (HR. Abu Daud).
Meskipun besar keutamaan shalat subuh berjamaah dengan nilai seperti orang shalat tahajjud semalam suntuk, bukan berarti kita tidak perlu melaksanakan shalat tahajjud, karena bagi seorang muslim tentu akan berusaha mendapatkan nilai pahala sebanyak mungkin dari Allah swt, karenanya para sahabat dan para pejuang Islam selalu berusaha melaksanakan shalat tahajjud.
Dalam kaitan ini, ada satu peristiwa menarik yang perlu kita pahami sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dari Abu Bakar bin Sulaiman bin Abu Hatsmah, bahwa Umar bin Khatthab pernah kehilangan (tidak melihat) Sulaiman bin Abu Hatsmah dalam shalat subuh. Maka pada pagi menjelang siang, Umar bin Khatthab menuju pasar, sementara tempat tinggal Sulaiman terletak antara pasar dan Masjid Nabawi. Umar lalu bertemu dengan Asy Syifa, ibu Sulaiman. Umar lalu berkata, "Saya tidak melihat Sulaiman saat shalat subuh?."
Wanita itu menjawab: "Dia telah shalat semalaman, hingga dia terlelap tidur."

Umar berkata; "Mengikuti shalat subuh berjama'ah lebih saya sukai daripada shalat semalam suntuk."
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
Ketiga yang merupakan keutamaan shalat subuh berjamaah adalah Memperoleh Cahaya Yang Sempurna. Pada hari kiamat manusia amat membutuhkan pertolongan dari Allah swt. Mereka yang ditolong adalah mereka yang dalam hidupnya suka beramal shaleh, diantaranya adalah yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah dan pertolongannya dalam bentuk memperoleh cahaya yang amat dibutuhkan pada saat kegelapan di hari kiamat, Rasulullah saw bersabda:
بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِى الظُّلْمِ إِلَى الْمَسْجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Berbahagialah orang-orang yang banyak berjalan ke masjid dalam kegelapan, mereka meraih cahaya yang sempurna pada hari kiamat (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Hakim).
Dengan keutamaan yang besar itu, maka Malaikat yang biasa mencatat amal manusia bertugas pada waktu siang dan malam, yang bertugas siang memulainya pada waktu subuh dan yang bertugas malam memulainya pada waktu ashar, karena itu shalat subuh berjamaah selain nilai pahalanya dua puluh lima atau dua puluh tujuh kali lipat dibanding shalat sendiri, juga termasuk shalat yang disaksikan oleh malaikat dalam arti berkumpul dua malaikat yang bertugas siang dan malam dan mereka menyaksikan kaum muslimin yang melaksanakan shalat subuh di awal waktu secara berjamaah, ini merupakan keistimewaan tersendiri bagi kaum muslimin. Dalam satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra disebutkan:
تَفْضُلُ صَلاَةٌ فِي الْجَمِيْعِ عَلَى صَلاَةِ الرَّجُلِ وَحْدَهُ خَمْسًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً قَالَ وَتَجْتَمِعُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلاَئِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ }وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا{
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalat secara berjamaah lebih utama dua puluh lima derajat daripada shalat secara individual, " Beliau melanjutkan: "Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul ketika shalat fajar (subuh)." Abu Hurairah; "jika kalian berkenan, maka bacalah "Dan tunaikanlah bacaan fajar (subuh) sesungguhnya bacaan (shalat subuh) disaksikan oleh para malaikat." QS. Al-Isra;78 (HR.Muslim)

Dengan demikian, setiap kita seharusnya berusaha untuk selalu melaksanakan shalat subuh berjamaah, bahkan lebih bagus lagi bila hal ini menjadi gerakan di masjid kita masing-masing.
Demikian pesan Ramadhan kita pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, amin
Untuk lebih jelas seperti apa buku ini, perhatikan daftar isinya:
1.       Tiga Kesempatan Dalam Ramadhan
2.      Tiga Keutamaan Memakmurkan Masjid
3.      Tiga Sikap Terhadap Kehidupan (1)
4.      Tiga Sikap Terhadap Kehidupan (2)
5.      Tiga Cara Meningkatkan Derajat (1)
6.      Tiga Cara Meningkatkan Derajat (2)
7.      Tiga Agenda Sebelum Mati (1)
8.     Tiga Agenda Sebelum Mati (2)
9.      Tiga Aliran Pahala (1)
10.  Tiga Aliran Pahala (2)
11.   Tiga Keutamaan Subuh Berjamaah
12.  Tiga Orang Yang Diabaikan Allah swt (1)
13.  Tiga Orang Yang Diabaikan Allah swt (2)
14.  Tiga Sikap Buruk Kepada Syaitan
15.   Tiga Akibat Sesat
16.  Tiga Kunci Kemuliaan Jamaah
17.   Tiga Sikap Terhadap Al Quran
18.  Tiga Adab Yang Menyinari Masyarakat (1)
19.  Tiga Adab Yang Menyinari Masyarakat (2)
20. Tiga Bentuk Di Jalan Allah
21.  Tiga Binatang Dalam Karakter Manusia (1)
22. Tiga Binatang Dalam Karakter Manusia (2)
23. Tiga Sebab Kebinasaan Umat
24. Tiga Keutamaan Taat (1)
25.  Tiga Keutamaan Taat (2)
26. Tiga Tiga Sebab Menjadi Sesat (1)
27.  Tiga Tiga Sebab Menjadi Sesat (2)
28. Tiga Tiga Sebab Menjadi Sesat (3)
29. Tiga Prinsip Islam
30. Tiga Ukuran Keberhasilan
=============================================================
Harga Buku ini Rp 35.000 + ongkos kirim. Pesan langsung ke Ust. Ahmad Yani 08129021953. WA 0812 8376 1455. Pin 27d0bb3/7cd9c56a, Transfer dana ke Rek BSM 7012350478. BMI 3010008561 an Ahmad Yani. BRI Kebon Jeruk 0377-01-003124-53-5 an Drs. H Ahmad Yani, buku dikirim via pos, Jakarta bisa dikirim kurir dan bayar di tempat

============================================================
Tags: , ,

Drs H Ahmad Yani

Mubalig, Penulis, Trainer Dai Dan Manajemen Masjid, Ketua LPPD Khairu Ummah, Majelis Dai Paguyuban Ikhlas dan Sekretaris Bidang Dakwah PP DMI (Dewan Masjid Indonesia). Komunikasi dan Pesan Buku ke HP/WhatsApp 08129021953 Pin 275d0bb3 Rek BSM 7012350478 BMI 3010008561

0 comments

Leave a Reply