PEMBINAAN DAI DAN MUALAF

Saya sering mengatakan bahwa dakwah merupakan tugas yang mulia, penting dan dibutuhkan. Disebut penting karena melanjutkan tugas para nabi. Para nabi sudah wafat, padahal misi yang diembannya sangat penting untuk kehidupan manusia sepanjang zaman, maka tugasnya itulah yang harus dilanjutkan, bukan jadi nabinya, hal ini karena untuk berdakwah, seorang dai tidak harus bahkan tidak boleh mengaku jadi nabi. Dakwah juga disebut mulia karena dakwah ingin mengubah orang dari keadaan yang apa adanya kepada yang seharusnya misalnya orang malas agar jadi rajin, orang awam agar jadi paham dan seterusnya. Dakwah dibutuhkan karena kita yang baik saja sangat memerlukan dakwah, apalagi yang belum baik, terlebih lagi karena banyak diantara masyarakat yang masih banyak yang belum baik.
Dalam konteks itulah, kami di Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah berusaha untuk mengkader dai dan membina dai yang sudah ada, terutama di daerah-daerah, termasuk di daerah terpencil. Disamping itu, program yang baru dikembangkan adalah Pesantren Kilat Mualaf agar mereka yang baru masuk Islam atau berasal dari agama lain mendapatkan pembinaan.
Pada bulan Agustus 2015 yang lalu, kami selenggarakan Pelatihan Dai dan Manajemen Masjid di Kab. Sikka, Flores, NTT. 100 orang peserta merupakan utusan 50 masjid se kabupaten itu. Beberapa setelah kembali ke Jakarta, ada seorang peserta mengirim SMS yang bertanya bahwa di kampungnya ada mati, ia mantan Kristen tapi selama ini tidak shalat. Apakah harus diurus jenazahnya menurut Islam?. Setelah menjawab bahwa jenazahnya harus diurus menurut Islam, saya semakin tergerak betapa penting memberikan pembinaan kepada mantan muslim yang berasal dari agama lain agar mereka memahami ajaran Islam, semakin kuat komitmennya kepada Islam hingga mau mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dialog Polisi dan Romo.
Setelah shalat isya di Masjid Al Muhajirin, Maumere, alhamdulillah saya sempat berbincang cukup panjang dengan seorang pejabat kepolisian Kab. Sikka, Flores NTT. Beliau bercerita bahwa dihadapan Romo mengaku sebagai muslim yang tidak tahu banyak tentang Islam, karenanya sang Romo berani menyatakan ketidaksukaannya kepada Islam dan muslim. Tapi ini kesempatan bagi sang Polisi untuk membela Islam. Misalnya, ketika Romo menyatakan tidak suka kepada Islam yang membolehkan Poligami, ia justeru balik bertanya: "Kenapa Romo tidak menikah?." Ini membuat sang Romo tidak bisa menjawab. Romo mestinya bersyukur kepada orang yang menikah karena ada kelangsungan manusia. Lalu dia ceritakan kasus Romo yang karena punya hasrat seksual akhirnya berzina dengan suster (biarawati), setelah lahir anak, anak itu dibunuh. Ketika berzina lagi dan punya anak, bukan hanya anak itu yang dibunuh tapi juga sang suster dibunuh dan dikuburkan dalam satu lubang.
Romo mengatakan Yesus itu hebat karena tidak punya bapak. Lalu, sang Polisi ini menjawab: "Kalau begitu kenapa Romo tidak Tuhankan Adam saja yang ada di dunia tanpa bapak dan ibu?.
Beliau juga ceritakan pertikaian yang tajam antara Katolik dan Protestan. Yang Katolik lebih suka pada Islam daripada Protestan, begitu pula Protestan lebih suka pada Islam daripada Katolik.
Yang lebih menarik, dia bilang: "Seandainya ada kebebasan untuk berdakwah kepada mereka, niscaya begitu banyak orang yang masuk Islam." Masih banyak contoh-contoh dialognya kepada sang Romo yang menguatkan keyakinan kita di dalam Islam.
Peskil Muallaf.
Gunawan Isu adalah camat di Niki-Niki Timor Tengah Selatan, NTT. Ia bangsawan berdarah biru yang masuk Islam di Provinsi minoritas muslim itu, karenanya, mudah pula bagi seluruh rakyatnya se kecamatan untuk masuk Islam. Kejadian ini pada th 1960-an. Satu diantara yang masuk Islam itu adalah Ibu Parera yang mengaku masuk Islam th 1963. Ia menjadi salah seorang dari 70 peserta Pesantren Kilat Mualaf yang kami selenggarakan di Maumere 30 Okt-1 Nov lalu.
Menteri Agama waktu itu, Pak Mukti Ali menyerukan agar umat Islam yang kaya di daerah lain membantu mereka untuk dididik dan dibina menjadi muslim sejati, begitu cerita Abdul Kadir Suban Olong, Ketua Yys Kompak NTT yang sudah lama pensiun tapi masih bersemangat.
Bila kita yang muslim sejak lahir saja masih harus melakukan pembinaan, apalagi muslim yang berasal dari agama lain. Dulu ada sekelompok sahabat Nabi yang berasal dari agama Yahudi masih ingin menjalankan ibadat agama Yahudi pada hari sabtu, maka turunlah firman Allah swt: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.QS Al Baqarah [2]:208).
            Pesantren Kilat Muallaf ini dilangsungkan di Masjid Al Muhajirin, Perumnas  Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Peserta begitu antusias mengikuti, banyak pertanyaan yang diajukan, dan merekapun senang sekali bisa dikumpulkan dalam satu forum sesama mantan Kristen, baik dari Katolik maupun Protestan, bahkan ada diantara mereka yang suami isteri dan apa pula yang baru dua bulan menjadi muslimah.
Khatib dan Imam Baranusa.
            Setelah selesai acara di Maumere, perjalanan dakwah kami lanjutkan ke Pulau Patar, Baranusa, Kab. Alor. Perjalanan ini harus kami tempuh selama 24 jam, berangkat jam 6 pagi menuju Pelabuhan Larantuka selama empat jam, setelah menunggu dua jam, kapal Fery yang hendak kami tumpangi sudah siap diberangkatkan. Kapal klas ekonomi ini kurang nyaman untuk pelayaran dari jam 12 siang hingga jam 6 pagi keesokan harinya, tapi memang tidak ada alternatif yang bisa dipilih, kapal inipun adanya hanya seminggu sekali.
Meskipun masih sangat lelah dan kantuk, jam 09 tanggal 31 November, pelatihan Khatib dan Imam dibuka oleh perwakilan camat setempat, 50 orang peserta utusan berbagai masjid antusias mengikuti acara acara ini, apalagi baru sekali ini diadakan di daerah itu.
Selain memberikan materi tehnik berkhutbah dan ceramah, mempersiapkan materi dakwah, tata cara khutbah dan tata cara shalat berjamaah, peserta juga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan praktek shalat berjamaah untuk mendapatkan penilaian apakah selama ini shalat berjamaah sudah sesuai apa belum sebagaimana digariskan di dalam hadits. Peserta juga menggunakan kesempatan untuk praktek khutbah dan mendapatkan ealuasi atau masukan dari kami untuk diperbaiki.
Melalui kerjasama dan donasi pendanaan dari berbagai pihak, program ini dapat terlaksana di sejumlah daerah, termasuk daerah-daerah terpencil di Tanah Air, bahkan peserta kami bagikan buku Panduan Khutbah dan materi Khutbah serta buku penunjang untuk bekalan dakwah.  
Wajib Mati.
Pelatihan Khatib dan Imam berlangsung di Pulau Pantar, Baranusa, Kab. Alor, NTT. Setelah sekian lama tidak hujan, daerah ini terasa begitu gersang, panas terik dan pepohonan yang kecil sudah banyak yang mati. Bahkan bukit-bukit yang dilewati oleh kapal nampak sekali warnanya tidak hijau lagi, tapi coklat kekuning-kuningan karena sudah mati. Kapal ini datang dan berangkat seminggu sekali.
Di daerah ini tidak ada penginapan, apalagi hotel. Kata panitia ada satu penginapan dekat pelabuhan tapi airnya asin, maka sayapun menginap di rumah Ust. Rahman Alamsyah, Ketua IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Baranusa.
Yang memprihatinkan, listrik PLN hanya menyala saat jam 17.30-06.00, itupun masih bergilir, misalnya saat shalat maghrib di masjid, ternyata listrik masih padam, jam 21.00 baru nyala. Itu artinya siang hari listrik disini wajib mati, kecuali hari Ahad karena ada kebaktian di gereja, sedangkan Jumat menyala jam 10 karena ada ibadah Jumat. Kondisi inipun sudah jauh lebih baik dibanding sekian tahun yang lalu.
Itulah sisi lain NKRI Harga Mati yang bisa sy ceritakan dari salah satu daerah tertinggal
            Program dakwah di daerah-daerah, khususnya yang jauh terpencil insya Allah akan terus kami lakukan, baik dalam bentuk Pelatihan Manajemen Masjid, Pelatihan Khatib dan Mubalig maupun Pembinaan Mualaf dan berbagai aktivitas dakwah lainnya. Bagi kaum muslimin yang mau menginfakkan dana, silahkan Kirim ke Rek BSM (451) 7012350478. BMI (147) 3010008561 an Ahmad Yani. BRI Kebon Jeruk: (002) 0377-01-003124-53-5 an DRS. H. AHMAD YANI. (Jangan lupa konfirmasi setelah transfer ke 08129021953 & 081283761455)

            Drs. H. Ahmad Yani
Tags: , ,

Drs H Ahmad Yani

Mubalig, Penulis, Trainer Dai Dan Manajemen Masjid, Ketua LPPD Khairu Ummah, Majelis Dai Paguyuban Ikhlas dan Sekretaris Bidang Dakwah PP DMI (Dewan Masjid Indonesia). Komunikasi dan Pesan Buku ke HP/WhatsApp 08129021953 Pin 275d0bb3 Rek BSM 7012350478 BMI 3010008561

0 comments

Leave a Reply